batik itu sedap dipandang, nyaman dipakaI, DAN murah harganya. Di sini saya sajikan beberapa hal tentang batik, semoga bermanfaat
Rabu, 07 April 2010
Kamis, 04 Februari 2010
Perkembangan Batik di Kota-kota lain
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa..
Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik ra
kyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam.
Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik ra
Perkembanagan batik di kota Banyumas berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro setelah selesainya peperangan tahun 1830, mereka menetap di daerah Banyumas. Pengikut Pangeran Diponegoro yang terkenal pada masa itu adalah Najendra dan dialah yang mengembangkaan batik celup di Sokaraja. Bahkan mori yang dipakai untuk membatik adalah hasil tenunan sendiri dan obat pewarnanya dipakai pohon Tom, pohon pace, dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning. Sama halnya dengan pembatikan di kota Pekalongan. Pekalongan khususnya dilihat dari proses dan desagnya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak Bintoro. Perkembangan batik di kota Tegal yaitu pada akhir abad ke-XIX yang dipakai waktu itu buatan sendiri yang diambil dari tumbuh-tumbuhan misaslnya : pace/mengkudu, nila, soga, kainnya buatan sendiri. Warna batik Tegal pertama kal ialah sogan dan babaran abu-abu setelah setelah dikenal nila pabrik, dan kemudian meningkat menjadi warna merah biru. Pasaran batik Tegal waktu itu, sudah keluar daerah antara lain Jawa Barat, dibawa sendiri oleh pengusaha-pengusaha dengan jalan kaki, dan mereka inilah menurut sejarah yang mengembangkan batik di kota Tasik dan Cimai, disamping pendatang-pendatang lainnya dari kota-kota batik di Jawa Tengah. Sedang di wilayah Cirebon, batik ada kaitannya dengan kerajaan yang ada di daerah ini, yaitu Kanoman, Kasepuhan, dan Keprabonan.
Pembatikan di kota Purworejo bersamaan dengan adanya pembatikan di Kebumen, yaitu berasal dari Yogyakarta, sekitar abad ke-XI. Perkembangan kerajinan batik di Purworejo dibandingkan dengan di Kebumen lebih cepat di Kebumen. Produksinya sama pula denga Yogyakarta dan daerah Banyumas lainnya. Pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-XIX yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogyakarta dalam rangjka dakwah Islam.
Di daerah Bayat, Kecamata Tembayat Kebumen - Klaten yang letaknya lebih kurang 21 km sebelah timur kota Klaten. Daerah Bayat ini adalah desa yang terletak di kaki gunung yang tanahnya gersang dan minus. Daerah ini temasuk lingkungan daerah Karesidenan Surakarta dan Kabupaten Klaten. Riwayast pembatikan di daerah ini adalah erat hubungannya dengan sejarah kerajaan Kraton Surakarta masa lalu.
Pembatikan di Jakarta
Jakarta masa lalu adalah menjadi tujuan pedangan-pedagang dari luar Jawa, maka batik kemudian berkembang di seluruh penjuru kota-kota besar di Indonesia yang ada di luar Jawa. Daerah Sumatra Barat misanya, khususnya daerah Padang, adalah daerah yang jauh dari pusat pembatikan di kota-kota di Jawa, tetapi pembatikannya bisa berkembang di daerah lain.
Sunatra Barat ternasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum perang dunia I, terutama batik-batik produksi Pekalongan, Solo, dan Yoghyaakarta. Yang terlebih dulu berkembang adalah industri tenun tangan yang terkenal adalah "Tenun Silungkang" dan "Tenun Plekat". Warna dari pada batik Badang kebanyakan hitan, kuning, dan merah ungu serta polanya Banyumasan, Indramayunan, Solo, dan Yogyakarta. Sekarang batik produksi Padang lebih maju lagi, tetapi masih jauh dari produksi-produksi dari Pulau Jawa. Alat untuk batik cap sekarang telah dibuat dari tembaga dan produksinya kebanyakan sarung.
Batik di Era Globalisasi
Dalam perkembangannya, lewat sentra-sentra batik di Jawa maupun di luar Jawa seperti di Sumatra, batik semakin kokoh perannya sebagai saksi budaya adiluhung yang sangat penting ketika aktivitas kolonial;isme dan dominasi modernisasi barat mulai kuat hadir dalam panggung sejarah Indonesia. Revolusi seni yang terjadi sejak tahun 1960 di Indonesia telah memberi dorongan bagi seni lukis batik untuk kian berkembang. Akibat proses globalisasi dunia, seniman batik Indonesia tidak lagi terpaku pada inspirasi lokal semata, namaun juga dipengaruhi secara kuat oleh seni barat yang bagi penulisnyamemperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.
Senin, 25 Januari 2010
Pencarian Asal Mula Batik
Sumber : BINTEK BATIK 12-15 November 2007 di Musium Batik Pekolingan
Batik adalah subuah hasil karya yang maha agung peninggalan budaya adiluhung yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Batik merupakan warisan leluhur yang tak terpisahkan dari budya bangsa Indonesia, dengan berbagai keindahan, corak, mutu, warna alami, serta motif yang membuat kain tradisional sangat populaer dan diterima tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga masyarakat internasional.
Batik adalah subuah hasil karya yang maha agung peninggalan budaya adiluhung yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Batik merupakan warisan leluhur yang tak terpisahkan dari budya bangsa Indonesia, dengan berbagai keindahan, corak, mutu, warna alami, serta motif yang membuat kain tradisional sangat populaer dan diterima tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga masyarakat internasional.
Bati telah menjadi bagian dari filosofi hidup di Jawa, hal ini tampak dari setiap daerah yang memiliki karya batiknya masing-masing. Batik memberi makna yang sangat sarat dengan seni dan respresentatif budaya dari masing-masing daerah, tiap daerah memiliki ciri khas motif maupun cara pembuatan batik yang berbeda-beda.
Di Jawa batik tidak bisa lepas dari bentuk kesenian lain, seperti gamelan, seni suara, tarian, wayang, bahkan agama, batik pesisir yang terpengaruhi oleh budaya Cina, budaya islam, maupun pengaruh pendudukan Belanda yang memang pada waktu itu juga menghasilkan batik.
Batik, menurut WIKIPEDIA berasal dari kata Jawa amba (menulis) dan titik (juga berarti titik dalam bahasa Indonesia). Selain itu ada juga yang mengartikannya sebagai menghamba pada titik. Memang titik merupakan desain dominan pada titik.
Kata batik memang berasal dari bahasa jawa, kata ini pun sudah menjadikata yang sudah diadaptasi ke berbagai bahasa dunia. Namun hingga sekarang belum bisa dipastikan batik yang asli berasal dari negara mana. Bahkan para arkeologi menemulan bukti tentang orang-orang Mesir dan Persia yang memakai pakaian batik, namun lewat bukti serupa, bisa juga dibilangorang India, Cina, Jepang dan banyak negeri lain di Asia Timur.
Teknik dasar batik menurut info berasal dari Mesir sekitar 15000 yang lalu. Bila benar dari Mesir, memang akan begitu mudahnya menyebar ke Afrika dan Persia. Sesudah itu melalui berbagai arah bisa menuju ke Asia Timur, dan beradaptasi dengan sentuha individu dari masing-masing Negara.
Mattie Belle dalam tulisannya di Arts of Asia (September - Oktober 1980) menyebutkan bahwa pemakaian teknik dasar membatik yang menggunakan lilin ini mungkin berasal dari Cina dan India, tapi semua alat membatik dan proses pembatikannya merupakan sesuatu yang khas Jawa. Canting adalah alat penulis batik yang ditemukan oleh orang Jawa dan menunjukkan kepandaian dan keterampilan yang tinggi dari nenek moyang bangsa Indonesia.
Banyak teori yang berusaha menjelaskan kepastian asal-muasal batik. Namun tetap tidak dapat menyisakan keraguan. Pencaria muasal batik mulai kehilangan arah dalam kabut sejarah, tanpa catatan yang berarti. :(
Batik, menurut WIKIPEDIA berasal dari kata Jawa amba (menulis) dan titik (juga berarti titik dalam bahasa Indonesia). Selain itu ada juga yang mengartikannya sebagai menghamba pada titik. Memang titik merupakan desain dominan pada titik.
Kata batik memang berasal dari bahasa jawa, kata ini pun sudah menjadikata yang sudah diadaptasi ke berbagai bahasa dunia. Namun hingga sekarang belum bisa dipastikan batik yang asli berasal dari negara mana. Bahkan para arkeologi menemulan bukti tentang orang-orang Mesir dan Persia yang memakai pakaian batik, namun lewat bukti serupa, bisa juga dibilangorang India, Cina, Jepang dan banyak negeri lain di Asia Timur.
Teknik dasar batik menurut info berasal dari Mesir sekitar 15000 yang lalu. Bila benar dari Mesir, memang akan begitu mudahnya menyebar ke Afrika dan Persia. Sesudah itu melalui berbagai arah bisa menuju ke Asia Timur, dan beradaptasi dengan sentuha individu dari masing-masing Negara.
Mattie Belle dalam tulisannya di Arts of Asia (September - Oktober 1980) menyebutkan bahwa pemakaian teknik dasar membatik yang menggunakan lilin ini mungkin berasal dari Cina dan India, tapi semua alat membatik dan proses pembatikannya merupakan sesuatu yang khas Jawa. Canting adalah alat penulis batik yang ditemukan oleh orang Jawa dan menunjukkan kepandaian dan keterampilan yang tinggi dari nenek moyang bangsa Indonesia.
Banyak teori yang berusaha menjelaskan kepastian asal-muasal batik. Namun tetap tidak dapat menyisakan keraguan. Pencaria muasal batik mulai kehilangan arah dalam kabut sejarah, tanpa catatan yang berarti. :(
Minggu, 03 Januari 2010
Impian
Impian yang muluk-muluk akan membuat manusia sakit jiwa jika hal itu tidak terwujut. Jika dinalar memang demikian adanya dan masuk akal. Masih mending sakit jiwanya tidak sampe bunuh diri atau melukai orang lain :( Tapi fenomena lain akan muncul pertanyaaan dalam benak kita, trus bagaimana jadinya jika hidup ini tanpa Impian, atau tanpa mimpi. Kalau dalam dalam tidur anda mimipi buruk yaa barangkali siangnya baru saja didatangi depkolektor.
Seseorang tanpa sebuah impian, ya akan sulit untuk mengimajinasikan hidup masa depan, Sementara mengimajinasi hari esok sangat penting, sebab hari ini yang diperolehnya tidak baik atau tidak menguntungkan, ya harus di rancang diimajinasikan besok, hari esok yang akan lebih baik. Paling tidak kita memiliki peta perjalanan dalam menjalani masa-masa mendatang.
Keterkaitannya dengan mimpi / impian ada dua golongan manusia di dunia ini.
Golongan pertama, Manusia yang takut mimpi
Prediksinya adalah orang-orang yang tidak percaya bahwa mimpi adalah pengejawantahan atas keinginan kuat dalam diri menjadi sesuatu. Meraka tak lagi merumuskan mimpi, karena takut hal itu justru akan menambah daftar kegagalan :(
Golongan kedua, Manusia yang tidak takut dikecewakan mimpi
Prediksinya adalah orang yang memiliki mimpi besar. Mereka akan menjadi petarung-petarung handal dalam menaklukkan mimpi-mimpinya menjadi suatu kenyataan. Jika tidak memperjuangkan mimpi, orang macam ini akan menyesali diri di kemudian hari. Karenanya sang pemimpi akan melakukan Hal-hal yang bisa mengantarkan mimpi itu menjelma menjadi kenyataan :)
Secara psikologis, mimpi mempunyai beberapa fungisi :
Pertama, mimpi sebagai petunjuk arah. Mialnya cita-cita. Dalam hal ini mimpi akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang berkontribusi terwujutnya cita-cita tersebut.
Kedua, mimpi akan menambah nilai pekerjaan. Tanpa keinginan lebih seseorang cenderung akan mengerjakan sesuatu yang minimal, dan kurang mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
Ketiga, mimpi yang memberi kekuatan. Contoh konkrit seorang pemuda Jepang anak seorang montir sepeda bernama Soiciro Honda telah membuktikan bahwa mimpi memberikan kekuatan luar biasa pada dirinya. Ia bercita-cita menjadi mekanik handal. Maka jadilah mesin kendaraan Honda yang sampai sekarang merajai dunia dalam hal otomotif.
Jumat, 02 Oktober 2009
Batikku Batik Indonesia (bc : pekalongan)
Akhirnya datang juga yang ditunggu-tunggu!
ada apa?
ada apa?
UNESCO badan dunia pada tanggal 2 Oktober 2009 dalam konferensinya secara resmi dan legal telah mengakui bahwa batik merupakan warisan budaya dunia dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hebat kan !
sekarang mau apa mBah Jiran (bc: Malaysia)?
lega rasanya, bangsas Indonesia bersyukur sekali dapaat mempertahankan warisan leluhur tidak di aku2 oleh bangsa lain
artinya semua negara2 dunia wajib hukumnya untuk mengakui dan angkat topi tinggi2 bahwa batik memang benar dan sah tanpa syarat asli milik bangsa Indonesia yg dimiliki sejak zaman embahnya simbah, buyut, udek2 siwur.
dengan demikian pengakuan tersebut diyakini akan berdampak pada perkembangan batik Indonesia yg semakin mengglobal
sedangkan klaim Malaysia thd produk budaya dan seni bangsa Indonesia yg di gembar-gemborkan itu hanyalah sekedar
ocehan si bocah kecil yg ingin dibelikan mainan saja
yah biarkan anjing menggonggong di padang pasir, kafilah tetap berlalu :)
Kamis, 01 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)



